Sabtu, 30 April 2016

TUGAS RESUME
ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Tugas ini diajukan guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Administrasi pendidikan
Dosen Pengampu : Somantri



















Disusun Oleh :
IBNU HAQIL
2014.2.2.00069


PRODI PGMI B SEMESTER IV
IAI BUNGA BANSA CIREBON
TAHUN 2016









BABI
PENGERTIAN, SCOPE, DAN FUNGSI POKOK ADMINISTRASI PENDIDIKAN
1.    Pengertian Administrasi pendidikan dan unsur pokok administrasi
Administrasi pendidikan ialah segenap proses peengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu, baik personel, spiritual maupun material, yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Beberapa unsur pokok dalam administrasi, Yaitu :
1.    Adanya sekelompok manusia (sedikitnya dua orang)
2.    Adanya tujuan tujuan yang hendak dicapai bersama
3.    Adnya tugas/fungsi yang harus dilaksanakan(kegiatan kerja sama)
4.    Adanya peralatan dan perlengkapan yang diperlukan.
2.    Manajemen dan administrasi pendidikan
Manajemen ialah proses untuk menyelenggarakan dan mengawasi satu tujuan tertentu. Dan manajemen adalah inti dari administrasi
3.    Administrasi  pendidikan dan administrasi sekolah
Administrasi pendidikan mengandung arti yang lebih luas daripada administrasi sekolah. Sehingga administrasi sekolah merupakan bagian dari administrasi pendidikan.
4.    Scope (bidang garapan) administrasi pendidikan
Bidang garapan administrasi pendidikan meliputi administrasi tata laksana sekolah, administrasi personel guru dan pegawai sekolah, administrasi murid, supervise pengajaran, pelaksanaan dan pembinaan kurikulum, pendirian dan perencanaan bangunan sekolah, hubungan sekolah dengan masyarakat.
5.    Petingnya administrasi pendidikan
Perencanaan, organisasi, koordinasi, komunikasi, supervise, dan evaluasi, kesemuanya adalah fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang pokok da sangat penting.
6.    Fungsi-fungsi pokok administrasi pendidikan
Fungsi pokok administrasi pendidikan adalah perencanaan organisasi, koordinasi, komunikasi, supervise kepengawasan-pembiayan, dan evaluasi. Semua fungsi tersebut satu sama lain saling berkaitan sangat erat.
Perencanaan (planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud-maksud dan tujuan pendidikan.
Organisasi ialah aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dalam mencapai makdsud-maksud daan tujuan-tujuan pendidikan.
Koordinasi adlah aktivitas membawaa orang-orang, materil, pikiran-pikiran, teknik-teknik dan tujuan-tujuan ke dalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan.
Komunikasi dalam setiap bentuknya ialah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi.
Supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat yang asensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.

BAB II
KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN
1.    Pengertian kepemimpinan
a.    Bebrapa konsep kepemimpinan
Ditinjau dari sejarah perkembangannya dapat dikemukakan disini adanya tiga konsep kepemimpinan, yaitu:
1)    Suatu konsep yang menganggap bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemampuan yang berupa sifat-sifat yang dibawa sejak lahir yang ada pada diri seorang pemimpin.
2)    Konsepini memndang kepemimpinan sebagai fungsi kelompok.
3)    Konsep ini tidak hanya didasari atas andangan yang bersifap psikologis dan sosiologis, tetapi juga atas ekonomi dan politis.
Demikianlah, untuk mendapat kepemimpinan yang ideal, ketiga konsep tersebut di atas harus dipadukan karena ketiga-tiganya saling melengkapi.
b.    Definisi kepemimpinan
Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemapuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, dan dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta tidak merasa terpaksa.
2.    Dimensi-dimensi kepemimpinan
Menurut G. Bowers dan Stanleyl  E. Seashore mengusulkan empat dimensi pokok dari struktur fundamental kepemiminan yaitu Bantuan (upport), Kemudahan Interaksi, Pengutamaan tujuan, Kemudahan bekerja.
3.    Pendekatan dan model kepemimpinan
a.    Pendekatan sifat-sifat
Sifat-sifat itu ada pada seseorang karena pembawaan atau keturunan. Jadi, menurut pendekatan ini, seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir, bukan karena dibuat atau dilatih.
b.    Pendekatan perilaku
Pendekatan perilaku (behavioral approach) merupakan pendekatan yang bedasarkan pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya keemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan.muncullah teri-teri berikut, yaitu Teori Tannenbaum dan Achmid, Studi keemimpinan Universitas Ohio, Studi kepemimpinan Universitas Michigan, dan lain sebagainya.
c.    Pendekatan situasional
d.    Model-model kepemimpinana yaitu kotingensi fielder, tiga dimensi, kontinum berdasarkan banyaknya peran serta bawahan dalam pengambilan putusan.
e.    Aplikasi bagi pendidikan
Dengan mengetahui berbagai model dan gaya kepemimpinan, diharapkan para pemimpin pendidikan, khususnya kepala sekolah, dapat memilih dan menerapkan perilaku kepemimpinan mana yang dipandang lebih efektif berdasarkan sifat-sifat, perilaku kelompok, dan kondisi serta situasi lembaga yang dipimpinnya.
BAB III
KEPEMIMINAN DALAM PENDIDIKAN
(lanjutan)
1.    Type atau gaya kepemimpinan
Gaya-gaya kepemimpinan ada tiga yaituKepemimpinan yang otokratis, Kepemimpinan yang laissez faire, Keemiminan yang demokratis. Nah variasi dari gabungan ketiganya sebagai berikut, otokratis, militeris, paternalis, karismatis, dan demokratis.
2.    Sifat-sifat kepemiminan
Ada 30 sifat kepemimpinan yang harus dimilki diantaranya yaitu taqwa, sehat, cakap, jujur, tegas, setia, cerdik, berani, berilmu, efisen, disiplin, manusiawi, bijaksana, besemangat, percaya diri,  berjiwa matang, dan lain-lain.
3.    Faktor-faktor yng mempengaruhi perilaku pemimpin
     Adapun factor-faktor yang dimaksud adalah keahlian dan pengetahuan yang dimiliki oleh pemimpin untuk menjalankan kepemimpinannya, jenis pekerjaan atau lembaga tempat prmimpin itu melaksanakan tugas jabatannya, sifat-sifat kepribadian pemimpin, sifat-sifat kepribadian kelompok yang dipimpinnya, dan sangsi-sangsi yang ada di tangan pemimpin.
4.    Kepala dan pemimpin
a.    Kepala dan pemimpin sebenarnya meruakan dua pengertian yang tidak identik. Keudanya ada persamaan dan perbedaannya. Persamaannya adalah keduanya menghadapi/mengepalai kelompok dan keduanya bertanggung jawab.sedangkan perbedaannya adalah kepala bertindak sebagai penguasa, bertanggung jawab terhadap pihak ketiga, atasannya, bukan selalu merupakan bagian dari kelompok. Sedangkan pemimpin adalah bertindak sebagai coordinator, bertanggung jawab terhadap kelompoknya, bagian dari kelompok.
b.    Tugas seorang kepala adalah bertanggung jawab terhadap pihak ketiga/atasannya, bertanggung jawab atas tugas yang dipikulkan kepadanya.
c.    Pengaakuan sebagai seorang pemimpin yaitu kepala harus mengetahui cara yang baik untuk mengerjakan sesuatu mengetahui hasil mana yang baik, dan waktu mana yang tepat untuk mencapai tujuan.
d.    Tugas seorang pemimpin adalah menyelami kebutuhan-kebutuhan kelompoknya dan keinginan kelompoknya, memetik kehendak-kehendak yang realistis, meyakinkan kelompoknya, menemukan jalan yang ditempuh unruk mencapai kehendak-kehendak tersebut.
5.    Peranan seorang pemimpin adalah sebagai pelaksana, perencana, seorang ahli, mewakili kelompok, mengawasi hubungan, pemberi ganjaran/pujian dan hukuman, wasit dan penengah, bagian dari kelompok, lambing kelompok, pemegang tanggung jawab, pencipta cita-cita, deorang ayah, dan kambing hitam.
6.    Pengambilan putusan
a.    Langkah dalam mengambil putusan adalah menetapkan masalah, menentukan pedoman pemecahan masalah, mengidentifikasi alternative, mengadakan penilaian terhadap alternative yyang telah di dapat, memilih alternative yang baik, dan implementasi alternative yang dipilih.
BAB IV
KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTATOR DAN SUPERVISIOR
Pada bagian ini akan dibahas tentang kepala sekolah sebagai administator dan supervisior yang meliputi:
a.    Fungsi kepala sekolah
1.    Fungsi kepala sekolah dahulu : kepala sekolah masa dulu fungsinya tidak begitu luas, kepala sekolah pada masa dulu hanyalah seorang ‘kepala’.
2.    Kepala sekolah masa sekarang: kepala sekolah masa sekarang fungsinya lebih luas karena selain berfungsi sebagai kepala, kepala sekolah juga tidak hanya bertanggung jawab atas kelancaran jalanya sekolah secara teknis-akademis saja melainkan kepala sekolah juga bwerfungsi sekaligus berperan dalam memperhatikan komponen pendidikan seperti sarana pra sarana serta penempatan kurikulum yang sesuai karena di masa sekarang sekolah memeiliki wewenang untuk membentuk sekolahnya dengan baik.
b.    Syarat-syarat menimal seorang kepala sekolah
Syarat untuk menjadi kepala sekolah setidaknya seseorang harus memenuhi beberapa syarat yakni memiliki ijazah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mempunyai pengalaman bekerja.
c.    Kepala sekolah sebagai administrator
Beberapa hal yang harus dilakukan kepala sekolah sebagai administrator yaitu membuat perencanaan, menyusun organisasi sekolah, bertindak sebagai koordinator dan pengarah dan melaksanaakan pengelolaan kepegawaian.
d.    Kepala sekolah sebagai supervisior
Kepala sekolah sebagai supervisior yakni memperhatikan gedung sekolah, sarana dan prasarana sekolah, dan sebagainya. adapun tugas kepala sekolah sebagai supervisior pengajaran yaitu:
1)    Membangkitkan dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya.
2)    Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media intruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar.
3)    Bersama-sama guru-guru mengembangkan, mencari dan menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku.
4)    Membina kerja sama yang baik dan harmonis diantara guru-guru dan pegawai sekolah lainya.
5)    Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah, antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok.
6)    Membina hubungan kerja sama antara sekolah dengan BP3 atau POMGdan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan para siswa.
e.    Teknik-teknik Supervisi
1.    Teknik perseorangan, ialah teknik yang dilakukan secara persorangan, seperti mengadakan kunjungan kelas, membimbing guru tentang cara mempelajari pribadi siswa.
2.    Teknik kelompok, ialah supervisi yang dilakukan secara berkelompok, seperti mengadakan rapat, diskusi kelompok, penataran-penataran.
f.     Pembagian tugas kepada guru
1.    Sistem penempatan guru dalam kelas
2.    Cara memilih dan menempatkan guru dalam kelas


Tidak ada komentar:

Posting Komentar