TUGAS RESUME
ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Tugas ini diajukan guna memenuhi
tugas :
Mata Kuliah : Administrasi pendidikan
Dosen Pengampu : Somantri
Disusun Oleh :
IBNU HAQIL
2014.2.2.00069
PRODI PGMI B SEMESTER IV
IAI BUNGA BANSA CIREBON
TAHUN 2016
BABI
PENGERTIAN, SCOPE, DAN FUNGSI POKOK
ADMINISTRASI PENDIDIKAN
1.
Pengertian
Administrasi pendidikan dan unsur pokok administrasi
Administrasi
pendidikan ialah segenap proses peengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu,
baik personel, spiritual maupun material, yang bersangkut paut dengan
pencapaian tujuan pendidikan. Beberapa unsur pokok dalam administrasi, Yaitu :
1. Adanya sekelompok manusia (sedikitnya
dua orang)
2. Adanya tujuan tujuan yang hendak
dicapai bersama
3. Adnya tugas/fungsi yang harus
dilaksanakan(kegiatan kerja sama)
4. Adanya peralatan dan perlengkapan
yang diperlukan.
2.
Manajemen
dan administrasi pendidikan
Manajemen ialah proses untuk
menyelenggarakan dan mengawasi satu tujuan tertentu. Dan manajemen adalah inti dari
administrasi
3.
Administrasi pendidikan dan administrasi sekolah
Administrasi pendidikan mengandung
arti yang lebih luas daripada administrasi sekolah. Sehingga administrasi
sekolah merupakan bagian dari administrasi pendidikan.
4.
Scope
(bidang garapan) administrasi pendidikan
Bidang garapan administrasi
pendidikan meliputi administrasi tata laksana sekolah, administrasi personel
guru dan pegawai sekolah, administrasi murid, supervise pengajaran, pelaksanaan
dan pembinaan kurikulum, pendirian dan perencanaan bangunan sekolah, hubungan
sekolah dengan masyarakat.
5.
Petingnya
administrasi pendidikan
Perencanaan, organisasi, koordinasi,
komunikasi, supervise, dan evaluasi, kesemuanya adalah fungsi-fungsi
administrasi pendidikan yang pokok da sangat penting.
6.
Fungsi-fungsi
pokok administrasi pendidikan
Fungsi pokok administrasi pendidikan
adalah perencanaan organisasi, koordinasi, komunikasi, supervise
kepengawasan-pembiayan, dan evaluasi. Semua fungsi tersebut satu sama lain
saling berkaitan sangat erat.
Perencanaan (planning) adalah
aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada
tercapainya maksud-maksud dan tujuan pendidikan.
Organisasi ialah aktivitas menyusun
dan membentuk hubungan-hubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dalam
mencapai makdsud-maksud daan tujuan-tujuan pendidikan.
Koordinasi adlah aktivitas membawaa
orang-orang, materil, pikiran-pikiran, teknik-teknik dan tujuan-tujuan ke dalam
hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan.
Komunikasi dalam setiap bentuknya
ialah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang
dalam struktur organisasi.
Supervise sebagai fungsi administrasi
pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan
kondisi-kondisi/syarat-syarat yang asensial yang akan menjamin tercapainya
tujuan-tujuan pendidikan.
BAB II
KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN
1.
Pengertian
kepemimpinan
a. Bebrapa konsep kepemimpinan
Ditinjau dari sejarah perkembangannya
dapat dikemukakan disini adanya tiga konsep kepemimpinan, yaitu:
1) Suatu konsep yang menganggap bahwa
kepemimpinan merupakan suatu kemampuan yang berupa sifat-sifat yang dibawa
sejak lahir yang ada pada diri seorang pemimpin.
2) Konsepini memndang kepemimpinan
sebagai fungsi kelompok.
3) Konsep ini tidak hanya didasari atas
andangan yang bersifap psikologis dan sosiologis, tetapi juga atas ekonomi dan
politis.
Demikianlah,
untuk mendapat kepemimpinan yang ideal, ketiga konsep tersebut di atas harus
dipadukan karena ketiga-tiganya saling melengkapi.
b. Definisi kepemimpinan
Kepemimpinan adalah sekumpulan dari
serangkaian kemapuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya
kewibawaan, dan dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang
dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan
kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta tidak
merasa terpaksa.
2.
Dimensi-dimensi
kepemimpinan
Menurut G. Bowers dan Stanleyl E. Seashore mengusulkan empat dimensi pokok
dari struktur fundamental kepemiminan yaitu Bantuan (upport), Kemudahan
Interaksi, Pengutamaan tujuan, Kemudahan bekerja.
3.
Pendekatan
dan model kepemimpinan
a.
Pendekatan
sifat-sifat
Sifat-sifat itu ada pada seseorang
karena pembawaan atau keturunan. Jadi, menurut pendekatan ini, seseorang
menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir, bukan karena
dibuat atau dilatih.
b.
Pendekatan
perilaku
Pendekatan
perilaku (behavioral approach) merupakan pendekatan yang bedasarkan pemikiran
bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya keemimpinan
yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan.muncullah teri-teri berikut,
yaitu Teori Tannenbaum dan Achmid, Studi keemimpinan Universitas Ohio, Studi
kepemimpinan Universitas Michigan, dan lain sebagainya.
c.
Pendekatan
situasional
d.
Model-model
kepemimpinana yaitu kotingensi fielder, tiga dimensi, kontinum berdasarkan
banyaknya peran serta bawahan dalam pengambilan putusan.
e.
Aplikasi
bagi pendidikan
Dengan
mengetahui berbagai model dan gaya kepemimpinan, diharapkan para pemimpin
pendidikan, khususnya kepala sekolah, dapat memilih dan menerapkan perilaku
kepemimpinan mana yang dipandang lebih efektif berdasarkan sifat-sifat,
perilaku kelompok, dan kondisi serta situasi lembaga yang dipimpinnya.
BAB III
KEPEMIMINAN DALAM PENDIDIKAN
(lanjutan)
1.
Type
atau gaya kepemimpinan
Gaya-gaya kepemimpinan ada tiga
yaituKepemimpinan yang otokratis, Kepemimpinan yang laissez faire, Keemiminan
yang demokratis. Nah variasi dari gabungan ketiganya sebagai berikut,
otokratis, militeris, paternalis, karismatis, dan demokratis.
2.
Sifat-sifat
kepemiminan
Ada 30 sifat kepemimpinan yang harus
dimilki diantaranya yaitu taqwa, sehat, cakap, jujur, tegas, setia, cerdik,
berani, berilmu, efisen, disiplin, manusiawi, bijaksana, besemangat, percaya
diri, berjiwa matang, dan lain-lain.
3.
Faktor-faktor
yng mempengaruhi perilaku pemimpin
Adapun
factor-faktor yang dimaksud adalah keahlian dan pengetahuan yang dimiliki oleh
pemimpin untuk menjalankan kepemimpinannya, jenis pekerjaan atau lembaga tempat
prmimpin itu melaksanakan tugas jabatannya, sifat-sifat kepribadian pemimpin,
sifat-sifat kepribadian kelompok yang dipimpinnya, dan sangsi-sangsi yang ada
di tangan pemimpin.
4. Kepala dan pemimpin
a.
Kepala
dan pemimpin sebenarnya meruakan dua pengertian yang tidak identik. Keudanya ada
persamaan dan perbedaannya. Persamaannya adalah keduanya menghadapi/mengepalai
kelompok dan keduanya bertanggung jawab.sedangkan perbedaannya adalah kepala
bertindak sebagai penguasa, bertanggung jawab terhadap pihak ketiga, atasannya,
bukan selalu merupakan bagian dari kelompok. Sedangkan pemimpin adalah
bertindak sebagai coordinator, bertanggung jawab terhadap kelompoknya, bagian
dari kelompok.
b.
Tugas
seorang kepala adalah bertanggung jawab terhadap pihak ketiga/atasannya,
bertanggung jawab atas tugas yang dipikulkan kepadanya.
c.
Pengaakuan
sebagai seorang pemimpin yaitu kepala harus mengetahui cara yang baik untuk
mengerjakan sesuatu mengetahui hasil mana yang baik, dan waktu mana yang tepat
untuk mencapai tujuan.
d.
Tugas
seorang pemimpin adalah menyelami kebutuhan-kebutuhan kelompoknya dan keinginan kelompoknya, memetik
kehendak-kehendak yang realistis, meyakinkan kelompoknya, menemukan jalan yang
ditempuh unruk mencapai kehendak-kehendak tersebut.
5.
Peranan
seorang pemimpin adalah sebagai pelaksana, perencana, seorang ahli, mewakili
kelompok, mengawasi hubungan, pemberi ganjaran/pujian dan hukuman, wasit dan
penengah, bagian dari kelompok, lambing kelompok, pemegang tanggung jawab,
pencipta cita-cita, deorang ayah, dan kambing hitam.
6.
Pengambilan
putusan
a. Langkah dalam mengambil putusan
adalah menetapkan masalah, menentukan pedoman pemecahan masalah,
mengidentifikasi alternative, mengadakan penilaian terhadap alternative yyang
telah di dapat, memilih alternative yang baik, dan implementasi alternative
yang dipilih.
BAB
IV
KEPALA
SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTATOR DAN SUPERVISIOR
Pada
bagian ini akan dibahas tentang kepala sekolah sebagai administator dan
supervisior yang meliputi:
a.
Fungsi kepala sekolah
1. Fungsi
kepala sekolah dahulu : kepala sekolah masa dulu fungsinya tidak begitu luas,
kepala sekolah pada masa dulu hanyalah seorang ‘kepala’.
2. Kepala
sekolah masa sekarang: kepala sekolah masa sekarang fungsinya lebih luas karena
selain berfungsi sebagai kepala, kepala sekolah juga tidak hanya bertanggung
jawab atas kelancaran jalanya sekolah secara teknis-akademis saja melainkan
kepala sekolah juga bwerfungsi sekaligus berperan dalam memperhatikan komponen
pendidikan seperti sarana pra sarana serta penempatan kurikulum yang sesuai
karena di masa sekarang sekolah memeiliki wewenang untuk membentuk sekolahnya
dengan baik.
b.
Syarat-syarat menimal seorang kepala
sekolah
Syarat
untuk menjadi kepala sekolah setidaknya seseorang harus memenuhi beberapa
syarat yakni memiliki ijazah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
mempunyai pengalaman bekerja.
c.
Kepala sekolah sebagai administrator
Beberapa
hal yang harus dilakukan kepala sekolah sebagai administrator yaitu membuat
perencanaan, menyusun organisasi sekolah, bertindak sebagai koordinator dan
pengarah dan melaksanaakan pengelolaan kepegawaian.
d.
Kepala sekolah sebagai supervisior
Kepala
sekolah sebagai supervisior yakni memperhatikan gedung sekolah, sarana dan
prasarana sekolah, dan sebagainya. adapun tugas kepala sekolah sebagai
supervisior pengajaran yaitu:
1) Membangkitkan
dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya
masing-masing dengan sebaik-baiknya.
2) Berusaha
mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media
intruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar
mengajar.
3) Bersama-sama
guru-guru mengembangkan, mencari dan menggunakan metode mengajar yang sesuai
dengan tuntutan kurikulum yang berlaku.
4) Membina
kerja sama yang baik dan harmonis diantara guru-guru dan pegawai sekolah
lainya.
5) Berusaha
mempertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah, antara lain
dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok.
6) Membina
hubungan kerja sama antara sekolah dengan BP3 atau POMGdan instansi-instansi
lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan para siswa.
e.
Teknik-teknik Supervisi
1. Teknik
perseorangan, ialah teknik yang dilakukan secara persorangan, seperti
mengadakan kunjungan kelas, membimbing guru tentang cara mempelajari pribadi
siswa.
2. Teknik
kelompok, ialah supervisi yang dilakukan secara berkelompok, seperti mengadakan
rapat, diskusi kelompok, penataran-penataran.
f.
Pembagian tugas kepada guru
1. Sistem
penempatan guru dalam kelas
2. Cara
memilih dan menempatkan guru dalam kelas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar